Posts

Showing posts from 2026

DEMOKRASI RETAK, KAPITALISME SEKARAT. SAATNYA KEMBALI KE FITRAHNYA, YAITU ISLAM KAFFAH

Image
“No Kings” di Amerika: Saat Rakyat Melawan Sistem yang Mereka Ciptakan Sendiri Demo “No Kings” di Amerika Serikat pada 28 Maret 2026 bukan sekadar protes politik. Ini adalah kontradiksi hidup demokrasi: rakyat melawan sistem yang katanya berasal dari mereka sendiri. Jika rakyat benar-benar berdaulat, mengapa mereka harus turun ke jalan untuk sekadar didengar? Karena faktanya: kedaulatan itu sudah lama dirampas oleh sistem. 1. Ambisi Trump, yaitu imperialisme modern yang dibayar rakyat. Di bawah Donald Trump, arah kebijakan AS bukan sekadar bertahan, tapi mendominasi. Strateginya jelas, m engontrol kawasan strategis, me njaga dominasi ekonomi global dan m enekan lawan geopolitik. Namun biaya dari ambisi ini, berasal dariutang US$39 triliun. Ini bukan angka biasa, ini adalah bukti bahwa imperialisme modern tidak dibiayai oleh kekuatan, tapi oleh utang yang diwariskan ke rakyat. Rakyat Amerika hari ini, membayar perang yang bukan pilihan mereka, menanggung kebijakan yang tidak...

PPPK BUKAN BEBAN. TAPI KEWAJIBAN NEGARA

Image
Kebijakan pembatasan belanja pegawai daerah maksimal 30% dalam UU HKPD telah memunculkan konsekuensi serius: ancaman PHK massal PPPK di berbagai daerah. Di tengah kebutuhan pelayanan publik yang masih tinggi, kebijakan ini justru mengurangi kapasitas negara dalam melayani rakyat. Faktanya, 1. Batas belanja pegawai: maksimal 30% APBD 2. Banyak daerah sebelumnya: 40–50% 3. Ancaman PHK: ±9.000 PPPK di NTT, potensi di daerah lain 4. Total PPPK nasional: >1 juta orang 5. Indonesia masih kekurangan guru dan tenaga kesehatan Mengapa hal itu bisa terjadi, maka harus diteliti ‌Mengorbankan pelayan publik adalah konsekuensi sistem kapitalisme Dalam sistem kapitalisme, negara berfungsi sebagai pengelola fiskal yang harus menjaga keseimbangan anggaran. Fokus utamanya adalah: ‌Menekan defisit ‌Menjaga stabilitas ekonomi ‌Menghindari pembengkakan belanja rutin Karena belanja pegawai adalah pengeluaran tetap dan besar, maka secara “rasional fiskal”: ‌Pegawai dianggap sebagai beban angg...

Lebaran vs Urbanisasi. Masalahnya dimana?

Image
Urbanisasi setelah Lebaran merupakan fenomena tahunan yang terus berulang di Indonesia. Setiap arus balik Idulfitri, kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung kembali dipadati oleh pendatang baru yang berharap memperoleh pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat urbanisasi Indonesia meningkat dari sekitar 49,8% pada 2010 menjadi lebih dari 57% pada 2023, dan diproyeksikan mencapai sekitar 66% pada 2035. Bahkan dalam beberapa tahun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat puluhan ribu pendatang baru masuk hanya dalam waktu singkat setelah Lebaran. Fakta ini menegaskan bahwa urbanisasi bukan sekadar mobilitas musiman, melainkan fenomena struktural yang terus menguat. Fenomena ini sekaligus menjadi bukti nyata adanya ketimpangan ekonomi antara desa dan kota. PDRB per kapita wilayah perkotaan tercatat bisa dua hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan pedesaan. Selain itu, sekitar 56–60% aktivitas ekonomi ...